Pendakian Gunung Merbabu Sebelum Kebakaran Via Selo

Gunung Merbabu Via Selo

Musim kemarau panjang tahun ini merupakan petaka bagi Gunung Merbabu. Terjadinya kebakaran di sejumlah titik yang membuat pendakian di tutup sementara mulai 12 September 2019 hingga waktu yang belum ditentukan. Untungnya pada tanggal 13 – 14 Juli 2019 lalu, saya bersama 3 rekan saya melakukan pendakian ke Gunung Merbabu via Selo dan belum terjadi musibah tersebut.

Pendakian ini tegolong tanpa persiapan yang matang dengan waktu yang terbatas. Namun perlengkapan pendakian yang mencukupi adalah modal saya dan rekan-rekan melakukan pendakian. Dari Ungaran, kami berangkat pukul 5 sore dan sampai ke base camp Selo sekitar pukul 8 malam. Sampai base camp kami istirahat sejenak sambil memesan nasi goreng dan teh panas. Selagi mengecek perlengkapan, kami membeli beberapa keperluan konsumsi di base camp dengan tarif yang tergolong murah. Pukul 10 malam, saya beserta rekan menuju bagian pendaftaran.

Tarif Pendaftaran Online Gunung Merbabu via Selo 

Tarif masuk Gunung Merbabu Via Selo Wonosobo

Sebelum pendakian kami sudah mendaftar secara online melalui situs tngunungmerbabu.org. Jadi pada bagian pendaftaran kita hanya perlu menyelesaikan administrasi pendaftaran. Sekedar informasi untuk pendakian minimal 3 orang per kelompok, dan setiap kelompok akan dapat 1 gelang yang berisi chip GPS untuk dapat melacak posisi kita jika terjadi musibah. Di bagian pendaftaran, setiap kelompok akan ditanyakan perlengkapan apakah memadahi untuk melakukan pendakian. Jika perlengkapan ada yang kurang, akan disuruh kembali ke base camp untuk membeli/menyewa perlengkapan yang di sediakan.

Setelah lolos tahap administrasi dan pengecekan, pendakian dimulai sekitar pukul 10 malam. Dari base camp menuju pos 2 memerlukan waktu sekitar 4 jam bagi kami dengan kondisi fisik apa adanya. Sampai pos 2 kami memutuskan untuk mendirikan tenda karena fisik sudah tidak kuat untuk melanjutkan perjalanan. Hanya sempat membuat kopi susu sachet untuk menghangatkan badan lalu mengejamkan mata.

Dinginya malam menusuk hingga tulang, padahal tubuh sudah berada di sleeping bag. Disini saya sadar, tidur paling nyaman adalah di kasur rumah sendiri apalagi ada yang menemani.

Di pagi hari yang dingin, suara gemuruh mulai muncul. Ternyata para pendaki lain bangun untuk menikmati hangatnya sunrise. Tentunya tidak luput dari swafoto. Setelah foto-foto dan mengisi perut, kami memutuskan melakukan sumit dengan membawa konsumsi seperlunya, tenda dan perlengkapan di tinggal di pos 2.  

Dengan kondisi track kering dan pasir berdebu, membuat pendakian kami cukup merepotkan. Sering kali kami berhenti untuk melakukan istirahat. Setelah melewati pos batu tulis, sabana 1, sabana 2, dan pos-pos lainnya kami sampai puncak kenteng songo tepat jam 12 siang, dimana terik matahari tepat diatas kepala. 

Puncak Kenteng Songo 3142 MDPL Gunung Merbabu Via Selo

Di puncak Kenteng Songo yang memiliki ketinggian 3142 MDPL merupakan sebuah pencapaian dalam pendakian Gunung Merbabu. Oh iya, ini pendakian ke 3 saya di Gunung Merbabu, namun pendakian 2 kali sebelumnya tidak sampai puncak karena kondisi dan keadaan. Di puncak Kenteng Songo saya dapat melihat Gunung Merapi, Gunung Lawu dan secuil masa depan yang belum kelihatan.

Setelah puas swafoto, saya dan ketiga rekan memutuskan untuk turun menuju tenda dengan sedikit terburu-buru. Karena harus mengembalikan peralatan ke penyawaan dan ke esokan hari harus bekerja dan menghindari gelapnya malap waktu turun. Syukur alhamdulillah sampai base camp dengan selamat pada waktu magrib tiba. Lalu kami melanjutkan pulang menuju rumah. Di kondisi seperti ini, rebahan adalah hal yang sangat disyukuri.

“Tujuan pendakian bukan sampai puncak, melainkan kembali dengan selamat. Puncak hanyalah bonus.” kata seseorang.

Tinggalkan Balasan