Quarter-life Crisis (?)

quarter-life crisis
sumber gambar shethepeople.tv

Di usiaku sekarang yang tahun ini menginjak 25 Tahun, aku sering kali memikirkan banyak hal. Terutama soal kehidupan. Yang kebanyakan orang bilang berada pada fase Quarter-life Crisis. Fase dimana merasa cemas dan binggung soal tujuan hidup.

Karir

Secara karir, aku hanya sebagai buruh pabrik. Dengan gajik pokok UMR bagiku tergolong cukup. Bisa menabung, bisa khilaf (belanja online bukan yang lain, dong), bayar kebutuhan sehari – hari, memberi Orang Tua. Biaya hidupku tergolong sedikit. Seringkali rekan menanyakan “Duitmu ki nggo opo? ora udut, ora ngombe, po meneh wedokan“, dan aku hanya tertawa hahaha.
Dengan melihat lingkungan sekitar tempat kerja, sebenarnya aku merasa bersyukur. Banyak rekan kerja lain sambat mengenai gaji yang didapat. Ya secara biaya hidup memang berbeda serta dengan permasalahan finansial masing – masing. Namun, saat melihat lingkungan luar, kadang binggung. Apakah karirku akan stuck gini – gini saja, bisa dikatakan zona nyaman. Menjadi mas – mas biasa saja. Yang hidupnya biasa – biasa saja.

Relasi dan Hubungan

Di usia satu per empat kehidupan ini, relasi semakin sedikit. Hanya teman – teman dekat yang masih saling berhubungan. Yang tidak memiliki kepentingan tertentu. Berbeda dengan rekan kerja, berhubungan jika ada kepentingan. Diluar itu, malas menanggapi. Mengenai pasangan hidup? bagiku masih abu – abu. Tidak tahu target menikah pada usia berapa. Pasangan juga belum ada. Apalagi tabungan menuju kesana.

Berpikir berlebihan kadang memilukan. Seakan jika salah melangkah, awan akan runtuh dari tempatnya. Padahal kenyataanya (mungkin) tidak begitu.

Quarter-life crisis (?)

Menjalani kehidupan biasa – biasa saja sulit membuat perubahan bagiku. Karena tidak ada triggger untuk melangkah maju.

Sebenarnya permasalahan Quarter-life Crisis-ku ini klise, dan tau apa yang harus dilakukan. Cuman berada di grey area yang membuat stuck untuk menlangkah.

Setidaknya bisa jadi konten tulisan. Yang lama sudah tidak update hehe.

Leave a Reply

%d bloggers like this: