Terima Kasih 2020.

Terima Kasih 2020.
Tahun ini memberikan warna – warni kehidupan.
Datang dan perginya orang tersayang.
Cobaan – cobaan yang berdatangan.
Namun tak menyurutkan semangat.

Bapak.
Maaf, belum bisa membuatmu bahagia.
Maaf, sering membantah nasihat yang engkau berikan.
Disaat – saat terkahir engkau hembuskan nafas,
aku tidak bisa berbuat apa – apa.
Disini aku baru merasakan kehilangan, disaat engkau telah tiada.
Sekali lagi, maaf.
Terima kasih perjalanan hidup yang engkau berikan.
Membesarkanku hingga usia 24 Tahun.

Terima Kasih 2020.
Tahun inilah sekeluarga kakak – adik dipertemukan secara utuh.
Walaupun dengan kondisi berduka, tanpa sosok seorang Bapak.
Semua sudah tumbuh dewasa, dengan segala cobaan yang ada.
Namun kita semua berhasil melaluinya dan harus tetap menjalaninya.

Halaman 366 dari 366.
Mendapatkan kabar reaktif virus covid 19.
Tentu sedih, jika itu menularkan pada keluarga terdekat, orang terdekat.
Walaupun masih menunggu kabar tes Swab PCR.
Semoga masih di berikan kesehatan sekeluarga.
Bisa melewati semua ini.
Dan menghabiskan detik – detik terakhir berada dirumah,
dengan orang tersayang.

Terima Kasih 2020.
Tahun ini, di usia yang ke 25.
Tidak akan bakal terlupakan.
Tulisan ini merupakan jejak digital untuk dikenang kelak.

Terima kasih 2020.
Sampai jumpa 2021 yang penuh harapan.

Leave a Reply

%d bloggers like this: